Mainan (yang
tepat) adalah salah satu elemen penting dalam proses tumbuh kembang si kecil.
Ada banyak manfaat bagi si kecil jika anda memberikannya mainan yang tepat.
Artinya, anda
nggak bisa sembarangan dalam memilih mainan untuk si kecil, lho! Bisa-bisa
bukannya mendatangkan manfaat, malah membahayakan buah hati anda. Lalu apa aja
sih yang perlu anda perhatikan ketika memilih mainan untuk si kecil? Inilah
tips untuk bantu anda memilih mainan yang tepat untuk si kecil!

Mainan berwarna
cerah dan mencolok
Siapa yang
bilang warna nggak penting dalam memilih mainan? Sebenarnya, mainan yang
memiliki beragam warna terang dan mencolok bisa membantu merangsang pertumbuhan
kognitif anak. Selain itu, warna-warna cerah ini juga akan melatih indera
penglihatan (perseptif) si kecil.
Anda juga bisa
memanfaatkan mainan-mainan ini untuk mengajarkan konsep warna pada si kecil
sembari bermain bersama, lho! Tentu si kecil akan jadi lebih cepat memahami dan
menghafal warna dengan cepat karena tidak monoton (mudah dibedakan).
Memilih mainan
sesuai usia si kecil
Nggak semua
mainan cocok untuk segala jenis umur. Anda harus mengetahui kira-kira mainan
apa yang tepat bagi si kecil yang sesuai dengan perkembangan dan kemampuan
motorik usianya.
Misalnya untuk
anak usia enam bulan ke atas, berikanlah mainan yang berwarna cerah,
mengeluarkan bunyi dan tidak berukuran terlalu kecil. Karena, kemampuan motorik
kasar (gerak lengan, kaki, badan) yang tengah berkembang. Anda bisa memberikan mainan dinosaurus
kepada buah hati anda.
Anda nggak perlu
bingung jika sulit menentukan mainan seperti apa yang cocok untuk usia si
kecil. Karena, mainan yang baik selalu memiliki label keterangan usia agar anda
selalu bisa membuat pilihan.
Bisa dicuci atau
mudah dibersihkan
Anak kecil
cenderung memasukkan mainan mereka ke dalam mulut. Belum lagi, mungkin saja si
kecil melempar dan menjatuhkan mainannya di tempat yang kotor. Mainan yang
kotor akan menjadi sarang bagi kuman dan bakteri sangat berbahaya untuk
kesehatan si kecil.
Jadi, pilihlah
mainan yang bisa dicuci, atau setidaknya mudah dibersihkan sehingga anda bisa
mencuci mainan secara rutin. Lap dengan cairan anti-septik atau dijemur juga
bisa membantu. Hal ini membantu mainan tetap bebas dari kuman dan bakteri yang
menempel pada mainan.
Hindari mainan
berukuran kecil
Ukuran mainan
juga sangat penting! Untuk anak berusia di bawah tiga tahun, pilihlah mainan
yang berukuran besar. Hal ini untuk menghindari mainan tersebut tertelan oleh
si kecil.
Menelan dan
tersedak mainan adalah masalah yang sangat serius. Jadi, usahakan anda selalu
memperhatikan label choking hazard untuk menghindari bagian yang bisa masuk ke
mulut, hidung, atau telinga si kecil.
Hindari mainan
yang tidak memiliki komponen-komponen kecil seperti kancing, bros, atau bahkan
sekrup yang mudah terlepas dari mainan. Terkadang komponen-komponen tersebut
kasat mata, sehingga anda harus benar-benar memperhatikannya.
Pilih mainan yang
mengasah logika dan kreativitas anak
Mainan yang baik
bukanlah mainan yang sekedar menyenangkan, tetapi juga bisa mendidik dan
menjadi sarana belajar untuk si kecil. Dalam hal ini, anda berperan dalam
memilih mainan yang cocok untuk perkembangan si kecil.
Mainan yang bisa
mengasah logika dan kreativitas seperti puzzle sangat bagus untuk melatih
ketangkasan dan kemampuan berpikir si kecil. Anda bisa mengaplikasikan
tips-tips dari atas: carilah puzzle yang besar potongannya, berbahan plastik
agar mudah dibersihkan, dan berwarna cerah!
Perhatikan bahan
mainan
Perhatikan juga
bahan mainan yang akan anda beli. Meski
terkadang tampak tidak berbeda, namun bahan sintetik yang terdapat dalam mainan
ada yang bisa membahayakan si kecil. Untuk itu, anda perlu jeli memperhatikan
label mainan sebelum membelinya.
Selain itu,
hindari mainan yang menggunakan tali, pita, atau sejenisnya dengan panjang
lebih daripada 30 cm. Hal ini disebabkan bahan mainan seperti ini bisa
menyebabkan si kecil terlilit bahkan sampai tercekik!