Pasti sudah tahu tentang penyakit katarak, bukan? Dilansir
dari halaman Klikdokter, katarak merupakan salah satu gangguan penglihatan yang
paling umum terjadi. Tahukah, Anda, bahwa katarak merupakan penyebab utama
terjadinya kebutaan? Menurut sebuah penelitian penyakit katarak terjadi pada 22
juta orang di Amerika. Bahkan, dapat diperkirakan pada tahun 2020 ada sebanyak
30 juta orang di Amerika yang menderita penyakit katarak. Wah, separah itukah?
Lalu, bagaimana cara menghilangkan katarak?
Sebelum membahas mengenai cara menghilangkan katarak,
ada baiknya Anda mengetahui penyebab dan gejala terjadinya penyakit katarak.
Dilansir dari halaman Hellosehat, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab
terjadinya penyakit katarak. Berikut ulasannya!

- Katarak
Kongenital.
Katarak kongenital atau bisa disebut
katarak anak-anak merupakan katarak yang sudah terbentuk sejak lahir dan
gejalanya akan terasa ketika memasuki kanak-kanak atau remaja. Terjadinya
katarak kongenital disebabkan oleh kelainan genetik.
Bisa juga terjadi karena adanya infeksi kuman yang berasal
dari Ibu pada masa kehamilan. Ada beberapa jenis infeksi yang memengaruhi
terhadap perkembangan lensa mata pada bayi selama dalam kandungan. Contohnya, virus rubella, virus herpes simplex,
parasit toksoplasma, virus penyebab
cacar air, dan cytomegalovirus.
- Galaktosemia.
Penyakit keturunan yang membuat tubuh bayi menjadi tidak
mampu untuk mengubah galaktosa yang mana merupakan senyawa khusus dari
karbohidrat menjadi glukosa disebut galaktosemia.
Alhasil, hal itu menyebabkan galaktosa menumpuk dalam darah.
Galaktikos merupakan perubahan dari galaktosa di mana
keduanya menumpuk dalam lensa mata dan menarik air untuk masuk ke dalam lensa
mata. Hal itu mengakibatkan lensa mata menjadi buram. Pada kasus ini, ada
sekitar 75% bayi yang akan mengalami katarak pada kedua mata. Bahkan bisa
terjadi beberapa minggu pertama setelah bayi lahir.
- Diabetes.
Apabila Anda menderita diabetes, maka Anda juga bisa
mengalami penyakit katarak. Hal ini disebabkan karena kadar gula dalam darah
sebagian akan masuk ke lensa mata sebagai nutrisi dan jika kadar gula menjadi
tidak terkendali, maka nutrisi pada lensa mata juga ikut meningkat. Akibatnya
lensa mata menjadi bengkak.
- Trauma.
Adanya trauma yang disebabkan oleh benturan, tusukan, dan
tekanan pada area kepala dan mata bisa menyebabkan katarak. Hal ini terjadi
karena adanya kerusakan di jaringan lensa mata dan kerusakan itulah yang
menyebabkan seseorang menderita penyakit katarak.
Cara
menghilangkan katarak hanya bisa dilakukan dengan operasi. Ada dua jenis operasi
katarak. Berikut ulasannya!
- Extracapsular
Surgery.
Operasi katarak jenis ini dilakukan dengan membutuhkan
insisi yang lebih besar. Tujuannya untuk mengeluarkan inti lensa yang berkabut.
Lalu, sisa lensa akan dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap.
- Small
Incision Cataract Surgery.
Operasi katarak jenis ini dilakukan dengan melakukan insisi
kecil pada tepi kornea dan kemudian dokter akan menyinar gelombang ultrasound
yang bertujuan untuk menghancurkan lensa mata. Ketika sudah hancur, barulah
akan diambil menggunakan alat penghisap.
Sebelum melakukan operasi, ada beberapa tes yang harus
dilakukan. Berikut penjelasannya!
- Pemeriksaan
Kesehatan Umum.
Pertama adalah adanya pemeriksaan kesehatan umum yang
meliputi kadar gula dalam darah, gangguan pendarahan yang bisa diuji melalui
tes darah, adanya tes kesehatan paru-paru dengan rontgen dada, dan tes
kesehatan jantung.
- Pemeriksaan
Mata Luar.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat pergerakan pada
bola mata untuk melihat apakah bola mata bergerak ke segala sisi dengan baik
atau tidaknya. Selain itu pemeriksaan pupil di mana tujuannya untuk mendeteksi
masalah yang ada pada mata.
- Pemeriksaan
Fungsi Penglihatan.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan
tajam tidaknya penglihatan sebelum dilakukannya operasi katarak.
Selain itu, ada beberapa tes lainnya, seperti pemeriksaan
bagian dalam mata, pemeriksaan biometri dan topografi kornea, serta pemeriksaan
slit-lamp.
Itulah cara
menghilangkan katarak beserta tes yang akan dilakukan sebelum operasi.
Sudah, tahu?